JAM sudah lewat tengah malam.
Rumah sudah sunyi.
Tetapi pikirannya belum berhenti.
Besok harus bayar cicilan.
Uang sekolah anak belum tersedia.
Tagihan datang bersamaan.
Pendapatan terasa semakin sempit.
Ia berbaring.
Tetapi tidak benar-benar tidur.
Matanya terpejam.
Pikirannya tetap bekerja.
“Bagaimana kalau uangnya tidak cukup?”
Pertanyaan itu berulang.
Setiap malam.
Pelan-pelan tubuh ikut lelah.
Jantung berdebar.
Kepala terasa berat.
Tidur tidak nyenyak.
Bangun pagi pun tidak segar.
BACA JUGA: Apa Pengaruh Uang Haram terhadap Keluarga? Ngeriii?
Lalu muncul pertanyaan.
Apakah terlalu banyak memikirkan uang bisa mengganggu jantung?
Jawabannya perlu dipahami dengan bijak.
Bukan berarti memikirkan uang sekali dua kali langsung menyebabkan penyakit jantung.
Bukan begitu.
Yang perlu diwaspadai adalah tekanan finansial yang berlangsung terus-menerus.
Ketika seseorang setiap hari hidup dalam kecemasan.
Ketika pikirannya terus merasa terancam.
Tubuh dapat mengaktifkan respons stres.
Hormon seperti kortisol dan adrenalin berperan dalam respons tersebut.
Denyut jantung dapat meningkat.
Tekanan darah dapat terdorong naik.
Tubuh menjadi lebih waspada.

Masalahnya muncul ketika keadaan itu berlangsung terlalu lama.
Tubuh membutuhkan istirahat.
Tetapi pikiran tidak memberikan kesempatan.
Penelitian pun mulai memperlihatkan hubungan yang menarik.
Sebuah meta-analisis yang menggabungkan beberapa penelitian menemukan adanya hubungan antara stres finansial dan risiko penyakit kardiovaskular.
Penelitian lain dalam American Journal of Preventive Cardiology terhadap lebih dari 6.000 orang dewasa menemukan bahwa tekanan finansial berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular yang lebih buruk.
Penelitian besar menggunakan data hampir 400.000 peserta UK Biobank juga menemukan hubungan antara stres kronis akibat kesulitan finansial dan meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.
Termasuk penyakit jantung koroner.
Stroke.
Dan gagal jantung.
Para peneliti juga melihat kemungkinan peran tidur.
Gaya hidup.
Metabolisme.
Komposisi tubuh.
Dan proses biologis yang berkaitan dengan sistem imun.
Jadi persoalannya bukan sekadar uang.
Tetapi bagaimana tekanan karena uang memengaruhi tubuh dalam jangka panjang.
Bayangkan seseorang setiap malam memikirkan cicilan.
Bangun tidur memikirkan tagihan.
Bekerja sambil takut kehilangan penghasilan.
Makan tidak teratur.
Tidur berantakan.
Olahraga semakin jarang.
Pikirannya tidak pernah benar-benar pulang.
Inilah yang perlu diperhatikan.
Stres kronis dapat menjadi beban bagi tubuh.
Karena itu, jangan tunggu sampai tubuh memberikan peringatan keras.
Dalam Islam, mencari rezeki adalah bagian dari ikhtiar.
Bekerja adalah ibadah ketika dilakukan dengan cara yang halal.
Merencanakan keuangan juga penting.
Berhemat bukan berarti takut miskin.
Menabung bukan berarti tidak tawakal.
Namun ada satu hal yang perlu dijaga.
Jangan sampai mencari rezeki membuat kita kehilangan ketenangan.
Allah berfirman,
“Ketahuilah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d ayat 28)
Ayat ini bukan mengajarkan kita untuk berhenti berusaha.
Justru sebaliknya.
Kita tetap bekerja.
Tetap berikhtiar.
Tetap mencari solusi.
Tetapi hati tidak menggantungkan seluruh keselamatan hidup kepada angka di rekening.
Ada saatnya kita berusaha.
Ada saatnya kita berdoa.
Dan ada saatnya kita menyerahkan hasil kepada Allah.
Itulah tawakal.
Bukan menyerah.
Tetapi percaya setelah melakukan ikhtiar terbaik.
Sayangnya, banyak orang memendam masalah keuangannya sendirian.
Takut bercerita.
Takut dianggap gagal.
Takut dianggap tidak mampu.
Akhirnya semua disimpan di kepala.
Dan kepala tidak pernah beristirahat.
Padahal bercerita kepada orang yang tepat bukan tanda kelemahan.
Konseling dapat menjadi ruang untuk mengurai pikiran.
Memahami sumber kecemasan.
Menata prioritas.
Mengenali emosi.
Dan mencari langkah yang lebih sehat.
Tidak semua masalah harus diselesaikan sekaligus.
Kadang kita hanya perlu melihat masalah satu per satu.
Jika ada persoalan spiritual yang membuat seseorang merasa membutuhkan pendampingan keagamaan, ruqyah syar’iyyah juga dapat menjadi bagian dari ikhtiar.
Dengan cara yang sesuai tuntunan.
Tanpa menakut-nakuti.
Tanpa membuat seseorang semakin cemas.
Dan tetap memahami bahwa keluhan fisik perlu diperiksa secara medis.
Jangan semua keluhan dianggap gangguan spiritual.
Jika dada terasa nyeri hebat.
Sesak napas.
Keringat dingin.
Pusing berat.
Atau nyeri menjalar ke lengan maupun rahang.
Segera cari pertolongan medis.
Jangan menunggu.

Karena tubuh adalah amanah.
Jantung adalah amanah.
Pikiran juga amanah.
Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mengejar uang.
Sampai lupa menjaga kesehatan.
Padahal uang dicari agar kehidupan menjadi lebih baik.
Bukan agar kehidupan dipenuhi kecemasan.
Uang memang penting.
Tetapi kesehatan jauh lebih mahal.
Ketenangan juga rezeki.
Keluarga adalah rezeki.
Tidur yang nyenyak adalah rezeki.
Jantung yang masih berdetak adalah rezeki.
BACA JUGA: Tidak Olahraga, Apa yang Terjadi pada Tubuhmu?
Maka jika pikiran tentang uang mulai menguasai hidup.
Jika tidur mulai terganggu.
Jika kecemasan semakin sering muncul.
Jika tubuh terus terasa tegang.
Jangan selalu berkata,
“Saya harus kuat sendiri.”
Boleh mencari bantuan.
Boleh bercerita.
Boleh berkonsultasi.
Konseling dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk menata kembali pikiran.
Doa dan dzikir menguatkan hati.
Ruqyah syar’iyyah dapat menjadi bagian dari ikhtiar spiritual.
Dan pemeriksaan medis tetap menjadi jalan ketika tubuh memberikan tanda bahaya.
Karena sehat bukan hanya ketika tidak sakit.
Sehat adalah ketika tubuh dirawat.
Pikiran ditata.
Emosi dipahami.
Dan hati tetap dekat kepada Allah.
Jangan sampai kita kehilangan kesehatan.
Hanya karena terlalu takut kehilangan uang.
Sebab rezeki memang harus dicari.
Tetapi ketenangan juga harus dijaga. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE














