DIABETES mellitus bukan sekadar istilah medis yang sering kita dengar, tetapi sebuah masalah kesehatan serius yang berdampak pada jutaan orang di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Artikel ini akan mengulas secara mendalam: mulai dari data terbaru tentang jumlah penderita diabetes di Indonesia, penyebabnya, tanda-tanda yang harus diwaspadai, hingga bagaimana kita dapat mencegah penyakit ini dengan langkah nyata.
Fakta dan Data Penderita Diabetes di Indonesia
Diabetes telah menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menurut data terbaru dari International Diabetes Federation (IDF) Diabetes Atlas edisi 2021, Indonesia menempati peringkat ke-5 di dunia dengan jumlah penderita diabetes tertinggi, yaitu sekitar 19,5 juta orang dewasa (usia 20–79 tahun). Angka ini melonjak tajam dibandingkan data pada tahun 2019 yang sekitar 10,7 juta penderita.
Yang lebih mengkhawatirkan, sebanyak 73% dari penderita tersebut tidak menyadari bahwa mereka mengidap diabetes. Artinya, jutaan orang hidup dengan diabetes tanpa penanganan yang tepat, sehingga risiko komplikasi seperti stroke, penyakit jantung, kebutaan, gagal ginjal, dan amputasi menjadi semakin tinggi.
Apa Itu Diabetes?
Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi cukup insulin, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkan. Insulin sendiri adalah hormon penting yang berfungsi membantu glukosa dari makanan masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Ada beberapa tipe diabetes, yaitu:
Diabetes tipe 1 – Umumnya muncul pada usia anak-anak atau remaja, di mana sistem imun menyerang sel-sel penghasil insulin.
Diabetes tipe 2 – Merupakan tipe yang paling umum (sekitar 90% dari semua kasus diabetes), biasanya terjadi pada usia dewasa, meskipun kini semakin banyak ditemukan pada anak-anak dan remaja.
Diabetes gestasional – Diabetes yang muncul saat kehamilan, biasanya hilang setelah melahirkan tetapi meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Penyebab Diabetes
Penyebab diabetes bervariasi tergantung jenisnya, tetapi berikut ini beberapa faktor risiko yang paling sering dikaitkan dengan diabetes tipe 2, tipe yang paling banyak ditemukan. Apa saja?
✅ Faktor keturunan dan genetik: Jika ada anggota keluarga yang mengidap diabetes, risiko akan meningkat.
✅ Berat badan berlebih atau obesitas: Lemak, terutama di sekitar perut, membuat sel-sel tubuh lebih resisten terhadap insulin.
✅ Kurangnya aktivitas fisik: Gaya hidup sedentary (minim bergerak) dapat menurunkan efektivitas insulin.
✅ Pola makan tidak sehat: Konsumsi makanan tinggi gula sederhana dan lemak jenuh, rendah serat, memperbesar risiko.
✅ Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 40 tahun. Namun, tren saat ini menunjukkan diabetes tipe 2 juga banyak terjadi pada usia muda.
✅ Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi: Kondisi ini sering berhubungan erat dengan resistensi insulin.
Tanda-Tanda Diabetes yang Perlu Diwaspadai
Sayangnya, diabetes sering dijuluki “the silent killer” karena gejalanya muncul perlahan dan kadang diabaikan. Namun, ada beberapa tanda yang perlu kamu perhatikan, antara lain:
Sering buang air kecil (poliuria), terutama di malam hari.
Sering merasa haus (polidipsia) meskipun sudah banyak minum.
Cepat merasa lapar (polifagia) meski sudah makan.
Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.
Luka sulit sembuh.
Kesemutan atau mati rasa di tangan dan kaki.
Pandangan kabur.
Sering merasa lelah dan lemah.
Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, sebaiknya segera periksa gula darah ke dokter atau puskesmas terdekat. Deteksi dini dapat mencegah komplikasi yang lebih serius.
Komplikasi Akibat Diabetes
Tanpa penanganan yang baik, diabetes bisa memicu berbagai komplikasi serius, seperti:
Penyakit jantung dan stroke
Gagal ginjal kronis
Kerusakan saraf (neuropati)
Gangguan penglihatan hingga kebutaan
Luka yang sulit sembuh, berujung amputasi
Gangguan fungsi seksual
Inilah sebabnya mengapa penting untuk menjaga kadar gula darah tetap normal.
Bagaimana Cara Mencegah Diabetes?
Kabar baiknya, diabetes tipe 2 sangat mungkin dicegah atau setidaknya ditunda dengan perubahan gaya hidup yang sehat. Berikut beberapa langkah penting:
✅ Menjaga berat badan ideal – Turunkan berat badan jika berlebih, karena ini terbukti paling efektif mencegah diabetes.
✅ Aktif bergerak – Olahraga minimal 150 menit per minggu (misalnya jalan cepat, berenang, bersepeda, atau senam).
✅ Pola makan seimbang – Perbanyak konsumsi sayur, buah, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, batasi makanan manis, gorengan, dan minuman berpemanis.
✅ Mengurangi konsumsi gula – WHO menyarankan asupan gula tambahan < 10% dari total kalori harian.
✅ Berhenti merokok – Merokok dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan komplikasi.
✅ Kelola stres – Stres kronis dapat meningkatkan kadar gula darah. Latihan relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau hobi bermanfaat untuk mengelolanya.
✅ Rutin periksa kesehatan – Terutama jika kamu memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau tekanan darah tinggi.
Peran Keluarga dan Lingkungan
Selain kesadaran individu, peran keluarga sangat penting. Dukungan keluarga bisa membantu seseorang menjaga pola makan sehat, mengingatkan untuk berolahraga, dan menemani pemeriksaan rutin. Lingkungan kerja dan sekolah juga dapat membantu dengan menyediakan pilihan makanan sehat dan ruang olahraga.
BACA JUGA: Ciri-ciri (Maaf) Kentut yang Tidak Sehat
Apakah Diabetes Bisa Disembuhkan?
Saat ini, diabetes belum dapat disembuhkan. Namun, dengan pola hidup sehat, obat, atau terapi insulin (tergantung kondisi), penderita diabetes dapat hidup normal dan produktif. Banyak orang dengan diabetes yang berhasil menjaga kadar gula darah tetap normal selama bertahun-tahun.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penurunan berat badan signifikan pada penderita diabetes tipe 2 tahap awal dapat membuat kadar gula darah kembali normal (“remisi”). Namun, ini memerlukan pengawasan ketat oleh dokter.
Kesimpulan
Diabetes adalah masalah kesehatan besar di Indonesia yang sayangnya sering diabaikan. Namun, dengan memahami data, penyebab, gejala, serta cara pencegahannya, kita dapat mengambil langkah nyata untuk melindungi diri dan orang-orang tercinta.
Jangan tunggu sampai gejala muncul. Mulailah dengan gaya hidup sehat hari ini: makan seimbang, lebih banyak bergerak, tidur cukup, kelola stres, dan rutin periksa kesehatan. Dengan kesadaran dan tindakan, kita dapat menekan laju diabetes di Indonesia dan menikmati hidup yang lebih panjang, sehat, dan bahagia. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

