Segala Sesuatu yang Harus Kamu Ketahui tentang Tayammum

Umar Faqih
7 Min Read
Foto: Freepik

DALAM ajaran Islam, kebersihan dan kesucian merupakan bagian penting sebelum seorang muslim melaksanakan ibadah, khususnya shalat. Salah satu bentuk thaharah (bersuci) yang diperintahkan adalah wudhu dan mandi junub. Namun, dalam kondisi tertentu, ketika air tidak tersedia atau penggunaannya membahayakan kesehatan, syariat memberikan kemudahan berupa tayammum.

Tayammum adalah cara bersuci menggunakan debu atau tanah yang suci sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi ﷺ.

Hukum dan tata cara tayammum telah dijelaskan dengan rinci oleh para ulama, sehingga setiap muslim dapat mengamalkannya dengan benar. Tayammum bukan hanya sekadar keringanan, tetapi juga bukti kasih sayang Allah yang tidak memberatkan hamba-Nya dalam beribadah.

Dengan memahami pengertian, dalil, syarat, dan tata cara tayammum, kita bisa semakin yakin bahwa agama Islam adalah agama yang penuh rahmat, memberikan kemudahan tanpa mengurangi kualitas ibadah kepada Allah Ta’ala.

Berikut beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang tayammum.

1. Definisi Tayammum

Tayammum adalah pengganti wudhu atau mandi wajib dengan debu atau tanah yang suci ketika tidak ada air atau tidak memungkinkan menggunakan air.

2. Asal-usul Pensyariatan Tayammum

Tayammum disyariatkan pada tahun ke-5 Hijriyah, ketika Nabi ﷺ dan para sahabat kekurangan air dalam perjalanan. Ayat tentang tayammum turun pada QS. An-Nisā’ ayat 43 dan QS. Al-Māidah ayat 6.

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَقْرَبُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْتُمْ سُكٰرٰى حَتّٰى تَعْلَمُوْا مَا تَقُوْلُوْنَ وَلَا جُنُبًا اِلَّا عَابِرِيْ سَبِيْلٍ حَتّٰى تَغْتَسِلُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَفُوًّا غَفُوْرًا ۝٤٣

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendekati salat, sedangkan kamu dalam keadaan mabuk sampai kamu sadar akan apa yang kamu ucapkan dan jangan (pula menghampiri masjid ketika kamu) dalam keadaan junub, kecuali sekadar berlalu (saja) sehingga kamu mandi (junub). Jika kamu sakit, sedang dalam perjalanan, salah seorang di antara kamu kembali dari tempat buang air, atau kamu telah menyentuh perempuan, sedangkan kamu tidak mendapati air, maka bertayamumlah kamu dengan debu yang baik (suci). Usaplah wajah dan tanganmu (dengan debu itu). Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

BACA JUGA: Kesalahan dalam Shalat yang Membatalkan tapi Jarang Disadari

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُۗ مَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ ۝٦

Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki. Jika kamu dalam keadaan junub, mandilah. Jika kamu sakit, dalam perjalanan, kembali dari tempat buang air (kakus), atau menyentuh perempuan, lalu tidak memperoleh air, bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menjadikan bagimu sedikit pun kesulitan, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu agar kamu bersyukur.

3. Hikmah Disyariatkannya Tayammum

Sebagai bentuk kemudahan dan rahmat Allah agar ibadah tetap bisa dilaksanakan walaupun dalam keterbatasan. Imam Al-Qurthubi menyebut tayammum sebagai “rukhsah yang menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya.”

4. Dalil dari Al-Qur’an

QS. Al-Māidah:6, “…Maka bertayammumlah kalian dengan tanah yang baik…”

5. Dalil dari Hadis

Rasulullah ﷺ bersabda: “Dijadikan bagiku bumi sebagai tempat shalat dan alat bersuci.” (HR. Bukhari-Muslim).

6. Pandangan Ulama Salaf tentang Tayammum

Ibnu Abbas berkata: “Tayammum adalah wudhu yang kedua (pengganti), yang Allah berikan bagi hamba-Nya dalam kesulitan air.”

7. Syarat Tayammum

• Tidak mendapatkan air setelah berusaha mencarinya.
• Ada air, tetapi tidak bisa digunakan karena sakit atau bahaya.
• Menggunakan tanah/debu yang suci.
• Sudah masuk waktu shalat.

8. Rukun Tayammum

• Niat.
• Mengusap wajah.
• Mengusap kedua tangan sampai pergelangan.

9. Tata Cara Tayammum

1. Niat tayammum untuk menghilangkan hadas.
2. Tepukkan kedua telapak tangan ke tanah suci.
3. Tiup atau kibaskan debu berlebih.
4. Usap wajah dengan kedua tangan.
5. Usap kedua tangan sampai pergelangan.

10. Kondisi yang Membolehkan Tayammum

• Tidak menemukan air setelah usaha mencari.
• Ada air tetapi jaraknya sangat jauh atau mengancam waktu shalat.
• Air hanya cukup untuk minum.
• Sakit yang membuatnya berbahaya jika memakai air.

11. Kondisi yang Tidak Membolehkan Tayammum

• Masih ada air dalam jarak dekat dan mudah dijangkau.
• Tidak ada uzur syar’i seperti sakit berat atau kekurangan air.
• Menganggap tayammum lebih mudah padahal air tersedia.

BACA JUGA:  Manfaat Istinsyak Ketika Wudhu

12. Pembatal Tayammum

• Segala hal yang membatalkan wudhu juga membatalkan tayammum.
• Menemukan air setelah tayammum sebelum shalat atau saat shalat (pendapat mayoritas ulama).
• Hilangnya sebab yang membolehkan tayammum.

13. Pendapat Ulama tentang Batas Tayammum

Imam Asy-Syafi’i: tayammum hanya berlaku untuk satu shalat fardhu; setelah itu harus tayammum lagi jika uzur masih ada.
Imam Ahmad: boleh digunakan untuk beberapa shalat selama uzurnya belum hilang.

14. Keutamaan Tayammum

Menunjukkan kelapangan agama Islam, menjaga keberlangsungan ibadah dalam kondisi sulit, dan menjadi tanda kasih sayang Allah terhadap umat Nabi Muhammad ﷺ.

15. Penutup – Pesan Ulama Salaf

Imam Hasan Al-Bashri berkata: “Allah tidaklah membebani seorang hamba melebihi kesanggupannya, tayammum adalah bukti nyata kemudahan agama-Nya.” []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *