Rasulullah ﷺ Berbuka dan Sahur dengan Sederhana, Namun Kedermawanannya Melimpah: Bagaimana dengan Kita?

4 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

 

BAYANGKAN sebuah senja di Madinah.

Hari mulai redup. Matahari perlahan tenggelam di balik cakrawala. Setelah seharian berpuasa, tubuh tentu merasakan lapar dan dahaga. Inilah saat yang paling ditunggu oleh orang yang berpuasa: saat berbuka.

Namun bagaimana Rasulullah ﷺ berbuka?

Riwayat dari Anas bin Malik menggambarkan kesederhanaan yang hampir sulit dibayangkan oleh manusia modern. Rasulullah ﷺ biasanya berbuka hanya dengan beberapa butir kurma segar. Jika tidak ada kurma segar, beliau memakan kurma kering. Jika itu pun tidak ada, beliau cukup meneguk beberapa teguk air.

Hanya itu.

Tidak ada meja penuh hidangan. Tidak ada pesta makanan. Tidak ada keinginan memenuhi perut setelah sehari menahan lapar.

Bahkan, Anas berkata ia tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menunaikan shalat Magrib sebelum berbuka, meskipun hanya dengan seteguk air.

Begitulah berbuka Nabi: sederhana, tenang, secukupnya.

Lalu bagaimana dengan sahurnya?

Riwayat lain dari Zaid bin Tsabit menceritakan bahwa ia pernah bersahur bersama Rasulullah ﷺ. Setelah sahur, mereka bangkit untuk shalat Subuh dengan jarak waktu kira-kira sepanjang bacaan lima puluh ayat Al-Qur’an.

Sahur beliau juga sederhana: beberapa butir kurma, atau bahkan hanya seteguk air.

Tidak ada kemewahan.

Tidak ada berlebihan.

Puasa bagi Rasulullah ﷺ benar-benar menjadi latihan menahan diri.

Namun justru di sinilah muncul sebuah keajaiban yang membuat para sahabat tercengang.

Makanan beliau sedikit, tetapi kedermawanannya luar biasa.

Sahabat Abdullah ibn Abbas berkata bahwa Rasulullah ﷺ adalah manusia yang paling dermawan. Namun ketika Ramadhan datang, kedermawanan beliau menjadi lebih cepat daripada angin yang berhembus.

Bayangkan kontrasnya.

Berbuka dengan beberapa kurma.
Sahur dengan makanan yang sangat sederhana.
Tetapi memberi kepada orang lain dengan tangan yang nyaris tak pernah tertutup.

https://shopee.co.id/product/1343587831/27310804639?gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOW9tR2ttNnRJQnBkZzdXbEhLallWVVd0TzlrNHYzQm1QOGxrd1Awcy9PZ0xwMjZMWVZLUXYwa1J6Q0cra0xUbFVWS2VPeGU4dVZFM3R2aVRYV0lrOEgyUzJ1Nk5RVTUxTjVHeVZ0enhPNGRzPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54johp4400l6&utm_campaign=id_HSaHp71NrV&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8k5u62pusnw

Beliau memberi makanan, memberi bantuan, memberi harapan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Seolah-olah yang sedikit di tangannya justru membuat tangannya semakin ringan memberi.

Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya kepada diri sendiri.

Bagaimana dengan kita?

Meja berbuka kita sering penuh dengan makanan. Aneka minuman, hidangan pembuka, makanan utama, hingga makanan penutup.

Kadang bahkan lebih banyak dari yang mampu kita habiskan.

Tetapi apakah kedermawanan kita juga semakin besar?

Apakah Ramadhan membuat kita lebih mudah berbagi?

Atau justru sebaliknya: Ramadhan hanya menjadi bulan memperbanyak hidangan untuk diri sendiri?

Rasulullah ﷺ menunjukkan kepada umatnya sebuah rahasia yang sering terlupakan: keberkahan bukan terletak pada banyaknya makanan yang kita miliki, tetapi pada banyaknya kebaikan yang keluar dari tangan kita.

Kesederhanaan beliau saat makan justru membuka pintu kedermawanan yang luas.

Karena hati yang tidak terikat pada dunia akan lebih mudah memberi.

BACA JUGA:  Akhir Majusi yang Menghormati Ramadhan

Maka Ramadhan sebenarnya sedang mengajarkan sesuatu yang sangat dalam.

Puasa melatih kita menahan diri dari makan.
Sedekah melatih kita melepaskan kecintaan pada harta.

Ketika keduanya bertemu, lahirlah jiwa yang lapang.

Dan mungkin itulah pertanyaan yang paling penting di bulan ini:

Jika Rasulullah ﷺ berbuka dengan beberapa kurma tetapi memberi seperti angin yang berhembus,
lalu dengan segala kelimpahan yang kita miliki hari ini—

mengapa tangan kita masih terasa berat untuk memberi? []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *