IDUL Adha atau Eid al-Adha adalah salah satu syiar besar dalam Islam yang dipenuhi dengan dzikir, ibadah, dan pengagungan kepada Allah Ta’ala. Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada hari-hari tersebut adalah memperbanyak takbir.
Suara takbir yang menggema di masjid, rumah, jalan, hingga berbagai tempat menjadi tanda kebesaran Allah dan syukur kaum muslimin atas nikmat-Nya.
Namun banyak orang masih bertanya: sampai kapan takbiran di Idul Adha dilakukan?
Takbiran di Idul Adha Lebih Panjang daripada Idul Fitri
Berbeda dengan Eid al-Fitr yang takbirnya berakhir ketika shalat Id dimulai, takbiran pada Idul Adha memiliki waktu yang lebih panjang.
Para ulama menjelaskan bahwa takbir Idul Adha berlangsung selama hari-hari tasyrik, yaitu tanggal:
10 Dzulhijjah
11 Dzulhijjah
12 Dzulhijjah
13 Dzulhijjah
Hari-hari ini disebut sebagai hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah.
Karena itu, umat Islam dianjurkan terus memperbanyak takbir selama hari-hari tersebut.
BACA JUGA: Besarnya Dosa Maksiat di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah
Kapan Takbir Mulai Dikumandangkan?
Mayoritas ulama menjelaskan bahwa takbir Idul Adha dimulai sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah secara umum untuk memperbanyak dzikir.
Namun khusus takbir muqayyad — yaitu takbir yang dibaca setiap selesai shalat fardhu — banyak ulama menyebut dimulai sejak Subuh hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijjah.
Setelah itu, takbir terus dibaca setiap selesai shalat wajib hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
Sampai Kapan Takbir Berakhir?
Mayoritas ulama berpendapat bahwa takbir berakhir setelah shalat Ashar pada tanggal 13 Dzulhijjah.
Artinya, setelah selesai Ashar di hari terakhir tasyrik, maka berakhirlah waktu takbir Idul Adha.
Inilah pendapat yang banyak diamalkan oleh kaum muslimin di berbagai negeri Islam.
Dalil Tentang Hari Tasyrik
Muhammad Rasulullah ﷺ bersabda:
“Hari-hari tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.”
Hadits ini menunjukkan bahwa hari-hari setelah Idul Adha bukan hanya hari untuk menikmati makanan, tetapi juga memperbanyak dzikir dan takbir kepada Allah Ta’ala.
Perbedaan Takbir Muthlaq dan Muqayyad
Para ulama membagi takbir Idul Adha menjadi dua jenis:
1. Takbir Muthlaq
Yaitu takbir yang boleh dibaca kapan saja dan di mana saja, seperti:
Di rumah
Di masjid
Di perjalanan
Setelah shalat
Saat berkumpul bersama keluarga
Takbir ini dianjurkan sejak awal Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik.
2. Takbir Muqayyad
Yaitu takbir yang dibaca setelah shalat wajib.
Mayoritas ulama menjelaskan waktunya dimulai sejak Subuh hari Arafah sampai Ashar tanggal 13 Dzulhijjah.
Karena itu, banyak kaum muslimin membaca takbir setiap selesai salam shalat fardhu pada hari-hari tersebut.

Lafaz Takbir yang Biasa Dibaca
Di antara lafaz takbir yang populer adalah:
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
Artinya:
“Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Takbir ini dibaca dengan penuh pengagungan dan rasa syukur kepada Allah Ta’ala.
BACA JUGA: Bahaya Mencuci Daging Kurban Sebelum Disimpan dan Dimasak
Jangan Hanya Ramai Saat Malam Takbiran
Sebagian orang hanya bersemangat bertakbir pada malam Idul Adha saja, lalu berhenti setelah shalat Id selesai.
Padahal syariat justru menganjurkan memperbanyak takbir selama hari-hari tasyrik. Ini adalah kesempatan besar untuk memperbanyak dzikir yang dicintai Allah.
Karena itu, jangan sampai hari-hari tasyrik hanya dipenuhi makan-makan dan aktivitas dunia, tetapi lalai dari dzikir kepada Allah.
Penutup
Takbiran Idul Adha berlangsung lebih panjang dibandingkan Idul Fitri. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa takbir terus dikumandangkan hingga Ashar tanggal 13 Dzulhijjah, yaitu akhir hari tasyrik.
Kaum muslimin dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, dan dzikir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah Ta’ala di hari-hari yang mulia tersebut.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang menghidupkan syiar Islam dan senantiasa gemar berdzikir kepada-Nya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE








