PERNAH merasa orang tua lebih menyayangi kakak atau adik?
Misalnya, ketika saudara melakukan kesalahan, orang tua memakluminya.
Tetapi ketika kita melakukan kesalahan yang sama, kita langsung dimarahi.
Perasaan seperti ini tentu menyakitkan.
Lalu, bagaimana seorang anak harus bersikap?
Islam Mengajarkan Keadilan
Islam sangat menekankan keadilan.
Termasuk dalam memperlakukan anak.
Rasulullah ﷺ pernah mengingatkan orang tua agar bertakwa kepada Allah dan berlaku adil kepada anak-anaknya.
BACA JUGA; Membatalkan Shalat karena Dipanggil Orang Tua, Apakah Boleh?
Dalam hadis Nu’man bin Basyir, Rasulullah ﷺ tidak menyetujui pemberian khusus kepada salah satu anak tanpa memberikan perlakuan yang adil kepada anak lainnya.
Ini menunjukkan bahwa pilih kasih dapat menjadi persoalan serius.
Terutama jika diwujudkan dalam pemberian, perhatian, atau perlakuan yang tidak adil.
Perasaan Orang Tua dan Perlakuan Itu Berbeda
Ada satu hal yang perlu dipahami.
Orang tua mungkin memiliki kecenderungan tertentu.
Misalnya lebih dekat dengan anak yang lebih sering berada di rumah.
Atau lebih mudah berkomunikasi dengan anak tertentu.
Perasaan seperti itu mungkin muncul secara alami.
Namun, perasaan tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan ketidakadilan.
Para ulama menjelaskan bahwa orang tua dituntut berlaku adil dalam perkara-perkara yang dapat dikendalikan.
Jangan Membalas dengan Durhaka
Kalau merasa diperlakukan tidak adil, jangan langsung membalas dengan keburukan.
Jangan berkata:
“Kalau Ayah Ibu pilih kasih, saya juga tidak peduli.”
Sikap tersebut justru
Hindari:
“Ayah selalu pilih kasih!”
Lebih baik mengatakan:
“Saya terkadang merasa kurang diperhatikan. Saya tidak bermaksud menyalahkan. Saya hanya ingin Ayah dan Ibu tahu perasaan saya.”
Kalimat seperti ini lebih membuka ruang dialog.
Jangan Membandingkan Diri dengan Saudara
Ini juga penting.
Jangan menjadikan saudara sebagai musuh.
Kalau orang tua memberikan perhatian lebih kepada saudara, bukan berarti saudara tersebut selalu bersalah.
Masalah sebenarnya mungkin ada pada cara orang tua memperlakukan anak.
Para ulama juga mengingatkan bahwa membanding-bandingkan anak dapat menimbulkan kebencian dan permusuhan antarsaudara.
Karena itu, jangan biarkan sikap orang tua membuat hubungan dengan saudara menjadi rusak.
Tetap Berbakti
Berbakti kepada orang tua bukan berarti membenarkan semua tindakan mereka.
Kita tetap dapat menyampaikan keberatan dengan cara yang santun.
Kita juga boleh menjaga batas jika perlakuan yang diterima sangat menyakitkan.
dapat memperpanjang masalah.
Allah tetap memerintahkan seorang anak untuk berbuat baik kepada orang tua.
Bahkan ketika terjadi perbedaan pendapat, seorang anak tetap harus menjaga ucapan dan sikap.
Bicarakan dengan Cara yang Baik
Jika keadaan memungkinkan, sampaikan perasaan.
Tetapi jangan menggunakan kalimat yang menyerang.
Namun, jangan membalas dengan penghinaan.
Jangan mendoakan keburukan.
Dan jangan menjadikan luka sebagai alasan untuk berhenti menjadi anak yang baik.
BACA JUGA: Kenapa Orang Tua Dulu Sering Membandingkan Anak?
Kesimpulan
Jika orang tua pilih kasih, anak boleh merasa sedih dan kecewa.
Perasaan tersebut manusiawi.
Namun, tetap jaga adab.
Bicarakan dengan baik.
Jangan membalas ketidakadilan dengan kedurhakaan.
Dan jangan sampai masalah dengan orang tua menghancurkan hubungan dengan saudara.
Kita tidak selalu bisa mengubah sikap orang tua.
Tetapi kita masih bisa memilih bagaimana cara kita bersikap. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE






Tulis komentar