Menu

Apa yang Terjadi Jika Kita Minum Kopi Saat Perut Kosong?

kebiasaan minum kopi saat perut kosong sering menimbulkan pertanyaan. Apakah hal tersebut berbahaya bagi kesehatan?

Umar Faqih · 3 menit baca
Minum Kopi Saat Perut Kosong
Foto: Freepik
Daftar isi
  1. Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Kopi dengan Perut Kosong?
  2. Benarkah Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Menyebabkan Asam Lambung?
  3. Mengapa Sebagian Orang Merasa Mual Setelah Minum Kopi?
  4. Apakah Lebih Baik Minum Kopi Setelah Makan?
  5. Bagaimana Cara Minum Kopi agar Lebih Aman?

BAGI sebagian orang, minum kopi pada pagi hari sudah menjadi kebiasaan yang sulit ditinggalkan. Aroma dan rasanya dianggap mampu membantu mengusir rasa kantuk sekaligus membuat tubuh lebih bersemangat menjalani aktivitas. Bahkan, ada orang yang langsung membuat secangkir kopi setelah bangun tidur, sebelum menyantap makanan apa pun.

Namun, kebiasaan minum kopi saat perut kosong sering menimbulkan pertanyaan. Apakah hal tersebut berbahaya bagi kesehatan? Benarkah kopi bisa meningkatkan asam lambung jika diminum sebelum makan?

BACA JUGA: Minum Pake Gelas Plastik Itu Bahaya, Benarkah?

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Kopi dengan Perut Kosong?

Ketika seseorang minum kopi dalam keadaan belum makan, kafein yang terkandung di dalamnya akan diserap oleh saluran pencernaan dan masuk ke aliran darah. Zat ini kemudian bekerja pada sistem saraf pusat sehingga seseorang merasa lebih segar dan tidak mudah mengantuk.

Namun, kafein juga dapat meningkatkan produksi hormon stres seperti kortisol untuk sementara waktu. Selain itu, kopi bisa merangsang produksi asam lambung dan meningkatkan aktivitas saluran pencernaan pada sebagian orang.

Akibatnya, orang yang memiliki lambung sensitif mungkin merasakan perut tidak nyaman setelah minum kopi sebelum makan. Keluhannya bisa berupa mual, mulas, perut terasa perih, atau keinginan buang air besar.

Meski demikian, respons setiap orang berbeda. Ada yang tetap nyaman minum kopi sebelum sarapan, tetapi ada pula yang langsung mengalami gangguan pencernaan.

banner tumbler

Benarkah Minum Kopi Saat Perut Kosong Bisa Menyebabkan Asam Lambung?

Kopi memang dapat merangsang sekresi asam lambung. Kandungan kafein dan senyawa lain di dalamnya juga dapat memengaruhi katup antara kerongkongan dan lambung.

Pada sebagian orang, kondisi tersebut bisa memperburuk gejala refluks asam, seperti sensasi panas di dada, rasa asam di mulut, atau tenggorokan terasa tidak nyaman.

Namun, bukan berarti minum kopi saat perut kosong pasti menyebabkan penyakit asam lambung atau GERD. Hingga kini, belum ada bukti kuat bahwa kebiasaan tersebut secara langsung menimbulkan penyakit lambung pada semua orang.

Risiko dan responsnya bergantung pada kondisi tubuh, jumlah kopi yang diminum, serta sensitivitas seseorang terhadap kafein.

Mengapa Sebagian Orang Merasa Mual Setelah Minum Kopi?

Pernah merasa perut tidak nyaman setelah meneguk kopi pada pagi hari? Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor.

Salah satunya adalah efek kopi terhadap produksi asam lambung. Ketika lambung belum terisi makanan, peningkatan sekresi asam pada orang yang sensitif dapat menimbulkan rasa tidak nyaman.

Selain itu, kafein dapat merangsang pergerakan usus. Inilah alasan sebagian orang merasa ingin buang air besar tidak lama setelah minum kopi.

Kopi yang terlalu pekat atau dikonsumsi dalam jumlah banyak juga bisa meningkatkan kemungkinan munculnya keluhan seperti jantung berdebar, gelisah, dan mual.

Apakah Lebih Baik Minum Kopi Setelah Makan?

Bagi orang yang sering mengalami perut perih atau mual setelah minum kopi, mengonsumsinya setelah sarapan bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Makanan yang masuk ke lambung dapat membantu mengurangi iritasi atau ketidaknyamanan yang dirasakan sebagian orang. Namun, sarapan tidak sepenuhnya menghilangkan efek kafein terhadap tubuh.

Selain memperhatikan waktu minum, jumlah kopi juga perlu dibatasi. Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari umumnya dianggap masih aman. Jumlah tersebut setara dengan sekitar tiga hingga empat cangkir kopi, bergantung pada ukuran dan jenis seduhannya.

Ibu hamil perlu membatasi asupan kafein hingga maksimal 200 miligram per hari. Sementara itu, orang dengan gangguan lambung, gangguan irama jantung, atau sensitivitas terhadap kafein sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai batas konsumsi yang sesuai.

BACA JUGA: Minum Kopi Sachet, Gula Darah Naik Jadi Berapa Ya?

Bagaimana Cara Minum Kopi agar Lebih Aman?

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan agar menikmati kopi tidak mengganggu kesehatan.

Pertama, jangan memaksakan diri minum kopi sebelum makan jika sering mengalami mual atau perut perih. Kedua, hindari mengonsumsi kopi terlalu pekat dan berlebihan. Ketiga, batasi tambahan gula, krimer, atau susu kental manis agar asupan kalori tetap terkendali.

Selain itu, hindari minum kopi terlalu dekat dengan waktu tidur karena kafein dapat mengganggu kualitas istirahat.

Pada akhirnya, minum kopi saat perut kosong tidak selalu berbahaya bagi semua orang. Namun, bagi mereka yang memiliki lambung sensitif, kebiasaan ini bisa memicu keluhan pencernaan. Karena itu, kenali respons tubuh dan sesuaikan waktu minum kopi agar manfaatnya bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Umar Faqih

Penulis di Islampos Media. Artikel lainnya

Ayo donasi untuk Islampos Media
Tulis komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait