Menu

Pelihara Kucing Tapi Tak Pernah Sedekah kepada Fakir Miskin, Bagaimana?

Perempuan tersebut tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya mencari makanan sendiri hingga akhirnya kucing itu mati.

Yudi · 5 menit baca
kucing
Foto: Freepik
Daftar isi
  1. 1. Menyayangi kucing merupakan perbuatan yang berpahala
  2. 2. Namun, jangan sampai terlalu sayang kepada kucing hingga melupakan manusia
  3. 3. Apakah memelihara kucing tetapi tidak pernah sedekah termasuk dosa?
  4. 4. Bagaimana jika uang untuk kucing lebih besar daripada uang sedekah?
  5. 5. Rasulullah ﷺ mengajarkan pentingnya memberi makan orang miskin
  6. 6. Memelihara kucing dan bersedekah kepada manusia bisa berjalan bersama
  7. 7. Jangan meremehkan kebaikan kepada hewan maupun manusia

MEMELIHARA kucing merupakan salah satu aktivitas yang disukai banyak orang. Bahkan, tidak sedikit orang yang rela mengeluarkan uang cukup besar setiap bulan untuk membeli makanan kucing, pasir khusus, vitamin, vaksin, hingga biaya perawatan ketika hewan kesayangannya sakit. Mereka begitu menyayangi kucingnya karena menganggap hewan tersebut sebagai bagian dari keluarga.

Namun, ada satu hal yang terkadang menjadi pertanyaan. Bagaimana jika seseorang begitu rajin mengurus kucing, tetapi justru tidak pernah bersedekah kepada fakir miskin? Bahkan, untuk membeli makanan kucing tersedia anggaran khusus, sedangkan ketika melihat tetangga yang kesulitan membeli makanan, ia tidak pernah tergerak untuk membantu.

Apakah perbuatan seperti ini dibenarkan dalam Islam? Apakah menyayangi hewan sudah cukup menjadi bekal kebaikan, sementara kepedulian terhadap sesama manusia justru diabaikan?

BACA JUGA: Dari Mana Asalnya Kepercayaan Kucing Dimandikan Bakalan Hujan?

1. Menyayangi kucing merupakan perbuatan yang berpahala

Dalam Islam, menyayangi hewan termasuk perbuatan terpuji. Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya agar tidak menyakiti makhluk hidup, termasuk hewan yang dipelihara di rumah.

Bahkan, terdapat hadis sahih yang menceritakan seorang perempuan masuk neraka karena mengurung seekor kucing. Perempuan tersebut tidak memberinya makan dan tidak pula membiarkannya mencari makanan sendiri hingga akhirnya kucing itu mati.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Pelajarannya sangat jelas, yaitu Islam tidak membenarkan seseorang menyiksa atau menelantarkan hewan. Karena itu, memberi makan, merawat, dan menjaga kesehatan kucing merupakan bentuk kasih sayang yang bernilai kebaikan apabila dilakukan dengan ikhlas.

2. Namun, jangan sampai terlalu sayang kepada kucing hingga melupakan manusia

Menyayangi hewan tentu bukan sesuatu yang salah. Akan tetapi, seorang Muslim juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap manusia, terutama keluarga, tetangga, fakir miskin, anak yatim, dan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

Allah SWT berulang kali memerintahkan umat Islam untuk memperhatikan nasib orang miskin. Bahkan, dalam Surah Al-Ma’un, Allah memberikan peringatan kepada orang-orang yang mengabaikan anak yatim dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.

Artinya, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian penting dari keimanan. Jangan sampai seseorang begitu mudah mengeluarkan uang untuk memenuhi kebutuhan hewan peliharaannya, tetapi hatinya tidak tergerak ketika melihat manusia yang sedang kelaparan.

3. Apakah memelihara kucing tetapi tidak pernah sedekah termasuk dosa?

Jawabannya perlu dilihat dari keadaan orang tersebut. Tidak pernah bersedekah sunnah tidak otomatis menjadikan seseorang berdosa, karena sedekah di luar kewajiban memang merupakan amalan yang sangat dianjurkan, bukan kewajiban dalam setiap keadaan.

Namun, apabila seseorang memiliki harta yang sudah memenuhi syarat wajib zakat tetapi sengaja tidak membayarkannya, maka ia telah meninggalkan kewajiban agama. Begitu pula apabila ada orang yang menjadi tanggungannya, seperti istri dan anak, tetapi kebutuhan wajib mereka justru ditelantarkan demi membiayai hewan peliharaan.

Jadi, persoalannya bukan semata-mata seseorang memelihara kucing dan jarang bersedekah. Persoalan yang lebih penting adalah apakah ia sudah menunaikan kewajiban terhadap Allah, keluarga, dan orang-orang yang memiliki hak atas hartanya.

4. Bagaimana jika uang untuk kucing lebih besar daripada uang sedekah?

Misalnya, seseorang mengeluarkan Rp500.000 setiap bulan untuk membeli makanan kucing, tetapi tidak pernah memberikan sedekah kepada tetangga miskin. Apakah hal tersebut salah?

Tidak bisa langsung dihukumi salah hanya berdasarkan perbandingan nominalnya. Bisa saja orang tersebut sudah membayar zakat, memenuhi kebutuhan keluarga, dan memiliki alasan tertentu mengapa belum memberikan sedekah tambahan.

Akan tetapi, jika pengeluaran untuk kucing dilakukan secara berlebihan, sementara orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya kekurangan makanan, maka prioritas pengeluarannya perlu diperbaiki. Islam mengajarkan keseimbangan, bukan menghabiskan harta untuk kesenangan pribadi sambil mengabaikan hak orang lain.

Banner Jam Smart Watch

5. Rasulullah ﷺ mengajarkan pentingnya memberi makan orang miskin

Dalam ajaran Islam, memberi makan orang yang membutuhkan memiliki kedudukan yang sangat mulia. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Insan ayat 8:

وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا

Artinya:

“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan.”

Ayat tersebut menggambarkan sifat orang-orang saleh yang rela berbagi makanan dengan mereka yang membutuhkan. Bahkan, mereka memberikan sesuatu yang sebenarnya juga mereka sukai.

Ini menjadi pengingat bahwa seorang Muslim tidak seharusnya hanya memikirkan kenyamanan dirinya sendiri. Ketika memiliki rezeki lebih, ada kesempatan untuk membantu orang lain melalui makanan, uang, pakaian, maupun bentuk pertolongan lainnya.

6. Memelihara kucing dan bersedekah kepada manusia bisa berjalan bersama

Sebenarnya, tidak ada alasan untuk mempertentangkan dua bentuk kebaikan tersebut. Seseorang boleh menyayangi kucing sekaligus memiliki kepedulian besar terhadap fakir miskin.

Misalnya, tetap menyediakan makanan yang layak untuk kucing, tetapi juga menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu tetangga yang membutuhkan. Tidak harus menunggu menjadi kaya raya untuk melakukan kebaikan, sebab sedekah bisa dilakukan sesuai kemampuan.

Bahkan, membantu seseorang membeli makanan, memberikan beras kepada tetangga yang kesulitan, atau membayar kebutuhan anak yatim juga merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti. Jangan sampai seseorang mampu mengeluarkan uang untuk hal-hal yang disukainya, tetapi selalu merasa keberatan ketika diminta membantu orang yang sedang kesusahan.

7. Jangan meremehkan kebaikan kepada hewan maupun manusia

Ada satu hal penting yang perlu dipahami, yaitu Islam tidak mengajarkan manusia untuk meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Memberi minum hewan yang kehausan saja dapat menjadi sebab seseorang memperoleh ampunan Allah SWT.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ menceritakan seorang laki-laki yang memberi minum seekor anjing yang kehausan. Karena perbuatannya tersebut, Allah mengampuni dosanya.

Kisah ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah terhadap orang yang memiliki kasih sayang kepada makhluk-Nya. Namun, bukan berarti kebaikan kepada hewan boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan kewajiban terhadap manusia.

Seorang Muslim seharusnya memiliki hati yang luas. Ia tidak hanya peduli kepada hewan yang dipeliharanya, tetapi juga peka terhadap penderitaan manusia di sekitarnya.

BACA JUGA: Jika Teringat Keagungan Allah, Sultan Hanya Seperti Anak Kucing

Jadi, bagaimana hukumnya memelihara kucing tetapi tidak pernah bersedekah kepada fakir miskin? Memelihara dan menyayangi kucing merupakan perbuatan baik yang bisa mendatangkan pahala. Sementara itu, tidak melakukan sedekah sunnah tidak otomatis menjadi dosa, selama seseorang tetap menunaikan kewajiban agama dan tidak mengabaikan hak orang lain.

Namun, akan sangat disayangkan apabila seseorang memiliki kepedulian besar terhadap hewan peliharaannya, tetapi tidak memiliki kepekaan terhadap manusia yang sedang kelaparan dan membutuhkan pertolongan.

Ingat, Islam mengajarkan kasih sayang kepada seluruh makhluk Allah. Jangan hanya mampu membeli makanan untuk kucing setiap hari, tetapi tidak pernah tergerak memberikan makanan kepada tetangga yang sedang kesulitan.

Sebab, hati yang penuh kasih sayang seharusnya tidak hanya terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan hewan peliharaannya, tetapi juga dari bagaimana ia memperlakukan sesama manusia. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Yudi

Penulis di Islampos Media. Artikel lainnya

Ayo donasi untuk Islampos Media
Tulis komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait