ULAMA salaf tidak hanya membahas ibadah ritual, tetapi juga memberi perhatian besar terhadap penjagaan tubuh dan keseimbangan hidup. Mereka memahami bahwa jasad adalah amanah dari Allah ﷻ yang akan dimintai pertanggungjawaban. Karena itu, ada beberapa aktivitas dasar yang tidak boleh diabaikan oleh orang dewasa, sebab sangat berpengaruh terhadap kesehatan fisik, mental, dan spiritual.
Di antara nasihat para ulama salaf, terdapat tiga perkara penting yang hendaknya dijaga secara konsisten: berjalan kaki, makan, dan berjima’.
1. Berjalan Kaki: Olahraga Alami yang Menjaga Kesehatan
Ulama salaf dikenal sebagai generasi yang aktif bergerak. Mereka terbiasa berjalan kaki dalam aktivitas sehari-hari, bahkan menempuh perjalanan jauh untuk menuntut ilmu.
BACA JUGA: Mengapa Waktu Terasa Semakin Cepat Ketika Dewasa?
Ibnu Qayyim rahimahullah menyebutkan bahwa berjalan kaki adalah olahraga terbaik karena:
- Menguatkan jantung
- Melancarkan peredaran darah
- Membantu pencernaan
- Menjaga keseimbangan tubuh
Rasulullah ﷺ sendiri dikenal sering berjalan, bukan hidup bermalas-malasan. Karena itu, berjalan kaki bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi bagian dari gaya hidup sunnah yang menyehatkan jasad dan menyegarkan jiwa.
➡️ Malas bergerak adalah pintu berbagai penyakit, dan ulama salaf sangat memperingatkan hal ini.
2. Makan: Menjaga Keseimbangan, Bukan Menuruti Syahwat
Makan adalah kebutuhan dasar, namun ulama salaf mengajarkan bahwa makan berlebihan adalah awal banyak penyakit.
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Perut adalah rumah penyakit, dan menjaga makan adalah pangkal pengobatan.”
Mereka menekankan:
- Makan saat lapar
- Berhenti sebelum kenyang
- Menghindari berlebihan dan berfoya-foya dalam makanan
- Pola makan yang benar menjaga:
- Kekuatan ibadah
- Kejernihan akal
- Ketahanan tubuh
➡️ Bukan banyaknya makanan yang menyehatkan, tetapi keberkahannya dan cara mengonsumsinya.
3. Berjima’: Kebutuhan Fitrah yang Dijaga dengan Adab
- Berjima’ (hubungan suami istri) juga termasuk perkara yang tidak boleh diabaikan oleh orang dewasa. Ulama salaf memandang jima’ sebagai:
- Penjaga kesehatan jasmani
- Penentram jiwa
- Penjaga kehormatan
- Sarana memperkuat ikatan rumah tangga
Ibnu Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa jima’ yang dilakukan secara wajar dan halal:
- Menenangkan syahwat
- Menjaga kestabilan emosi
- Mencegah berbagai gangguan psikologis dan fisik
Namun mereka juga mengingatkan agar tidak berlebihan, karena segala sesuatu yang melampaui batas akan mendatangkan mudarat.
➡️ Islam tidak mengekang fitrah, tetapi mengaturnya dengan hikmah.
BACA JUGA: Kenapa Banyak Orang Dewasa Selalu Kurang Tidur?
Penutup: Keseimbangan antara Ibadah dan Kesehatan
Nasihat ulama salaf menunjukkan bahwa kesalehan tidak bertentangan dengan kesehatan. Justru, jasad yang sehat membantu seseorang lebih kuat dalam ibadah dan ketaatan.
Berjalan kaki menjaga tubuh,
makan menjaga kekuatan,
dan berjima’ menjaga fitrah.
Ketiganya, bila dijalani dengan adab dan niat yang benar, bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ.
“Mukmin yang kuat lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah.”
(HR. Muslim)
Semoga kita mampu meneladani keseimbangan hidup para ulama salaf dalam menjaga agama dan jasad sekaligus. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE





