IDUL Fitri berlalu.
Takbir mereda.
Ramadhan pergi.
Namun, pintu amal belum tertutup.
Di antara amalan agung setelah Ramadhan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Nabi ﷺ bersabda:
“Barang siapa berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutkannya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa sepanjang tahun.”
(HR. Muslim)
Lalu muncul pertanyaan:
Bolehkah puasa itu dimulai sejak hari ke-2 setelah Idul Fitri?
Jawabannya: boleh.
Bahkan ini termasuk yang dianjurkan.
Para ulama menjelaskan, puasa Syawal boleh dilakukan kapan saja selama masih di bulan Syawal. Tidak harus berurutan. Tidak harus di akhir. Tidak ada batasan hari tertentu, kecuali satu: tidak boleh pada hari ‘Id.
Hari pertama Syawal adalah hari raya.
Haram berpuasa pada hari itu.
Sebagaimana sabda Nabi ﷺ tentang larangan puasa pada dua hari: Idul Fitri dan Idul Adha.
Maka, setelah hari pertama berlalu,
pintu itu terbuka.
Hari ke-2 Syawal adalah awal yang baik.
Tanda semangat yang belum padam.
Tanda hati yang masih terikat dengan ibadah.
Imam An-Nawawi رحمه الله menjelaskan,
“Yang afdhal adalah melakukannya secara berurutan setelah Idul Fitri, namun jika dipisah-pisah, tetap mendapatkan keutamaannya.”
Artinya, tidak perlu menunggu.
Tidak perlu menunda.
Justru, menunda sering berujung lalai.
BACA JUGA: Bagaimana Cara Rasulullah ﷺ Menentukan 1 Syawal?
Mulailah sejak hari ke-2.
Atau kapan pun engkau mampu.
Yang penting: jangan sampai terlewat.
Karena orang yang cerdas bukan yang banyak rencana,
tetapi yang segera beramal.
Ramadhan telah pergi.
Namun kesempatan belum habis.
Enam hari di Syawal,
bisa menjadi penutup yang indah. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE





