PERTANYAAN seperti ini mungkin sering muncul dalam kehidupan rumah tangga. Setelah berjima, apakah boleh langsung makan? Atau harus mandi wajib terlebih dahulu?
Jawabannya, **boleh makan sebelum mandi wajib**.
Namun, ada beberapa adab yang dianjurkan dalam Islam. Salah satunya adalah berwudu sebelum makan jika seseorang masih dalam keadaan junub.
Jadi, mandi wajib tidak menjadi syarat agar seseorang boleh makan.
## Junub Bukan Berarti Tubuh Najis
Setelah berjima, seseorang berada dalam keadaan **junub**. Artinya, ia memiliki hadas besar dan perlu mandi wajib sebelum melakukan ibadah tertentu, seperti salat.
Tetapi, keadaan junub tidak berarti seluruh tubuh orang tersebut menjadi najis.
Hal ini penting untuk dipahami.
BACA JUGA: Bolehkah Suami Istri Jima dengan Suara Berisik?
Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepada Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ketika beliau bertemu Nabi dalam keadaan junub. Nabi ﷺ menjelaskan bahwa seorang mukmin tidak menjadi najis.
Hadis tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Dari sini kita memahami bahwa orang yang sedang junub tetap boleh melakukan aktivitas sehari-hari. Termasuk makan, minum, tidur, dan berbagai aktivitas lainnya.
## Boleh Makan Sebelum Mandi Wajib?
Boleh.
Tidak ada kewajiban bahwa setelah berjima seseorang harus langsung mandi wajib sebelum makan.
Namun, terdapat anjuran untuk berwudu terlebih dahulu.
Dalam hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ apabila hendak makan atau tidur dalam keadaan junub, beliau berwudu terlebih dahulu seperti wudu untuk salat.
Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.
Jadi, jika setelah berjima merasa lapar, seseorang boleh makan.
Tetapi akan lebih baik jika membersihkan diri terlebih dahulu dan berwudu.
Misalnya, membersihkan tangan dan bagian tubuh yang terkena kotoran atau cairan. Setelah itu, berwudu dan kemudian makan.
## Bagaimana Jika Langsung Makan Tanpa Wudu?
Tidak perlu panik.
Makan dalam keadaan junub tanpa berwudu **tidak membuat makanan menjadi haram**.
Wudu sebelum makan dalam kondisi junub merupakan adab yang dianjurkan. Bukan syarat sah makan.
Jadi, jangan sampai muncul anggapan bahwa makanan menjadi tidak halal hanya karena seseorang belum mandi wajib.
Islam tidak mengajarkan kesulitan seperti itu.
Namun, menjaga kebersihan tetap menjadi sesuatu yang baik.
## Bagaimana Pandangan Ulama?
Para ulama menjelaskan bahwa orang junub boleh melakukan aktivitas duniawi.
Ia boleh makan dan minum. Ia juga boleh tidur.
Namun, terdapat anjuran untuk berwudu ketika hendak tidur atau makan.
Imam an-Nawawi dalam pembahasan fikih juga menjelaskan tentang dianjurkannya wudu bagi orang junub ketika hendak makan, minum, tidur, atau melakukan aktivitas tertentu.
Ini menunjukkan bahwa mandi wajib memiliki fungsi utama untuk menghilangkan hadas besar sebelum ibadah yang mensyaratkan kesucian.
Bukan untuk membuat seseorang baru boleh menjalani aktivitas sehari-hari.
## Bagaimana dengan Sisi Kesehatan?
Dari sisi kesehatan, setelah berjima tubuh tetap membutuhkan perhatian.
Hubungan seksual merupakan aktivitas fisik yang dapat membuat tubuh merasa lelah. Setelahnya, tubuh membutuhkan cairan dan energi.
Karena itu, minum air putih setelah berhubungan seksual merupakan hal yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Makan juga tidak menjadi masalah jika memang merasa lapar.
Membersihkan area genital setelah berhubungan juga merupakan bagian dari menjaga kebersihan diri.
Tidak harus selalu langsung mandi total saat itu juga jika belum memungkinkan.
Namun, mandi tetap perlu dilakukan sebelum salat dan ibadah lain yang mensyaratkan mandi wajib.
## Kapan Harus Mandi Wajib?
Mandi wajib dilakukan setelah seseorang selesai dari keadaan junub.
Jika seseorang berjima kemudian masuk waktu salat, ia harus mandi wajib terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat.
Jangan sampai karena sudah makan atau melakukan aktivitas lain, mandi wajib justru ditunda sampai melewati waktu salat.
Jadi, yang perlu diperhatikan bukan apakah boleh makan setelah berjima.
Jawabannya jelas: **boleh**.
Yang penting adalah jangan meninggalkan kewajiban mandi sebelum ibadah yang mengharuskannya.
BACA JUGA: Apa Saja Perbuatan Haram Saat Suami Istri Jima yang Jarang Disadari?
## Kesimpulannya
Sesudah berjima, **boleh langsung makan**.
Mandi wajib tidak harus dilakukan terlebih dahulu agar seseorang boleh makan.
Namun, jika memungkinkan, dianjurkan membersihkan diri dan berwudu terlebih dahulu.
Hal ini sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.
Jadi, tidak perlu merasa takut atau khawatir bahwa makan sebelum mandi wajib adalah dosa.
Yang terpenting adalah menjaga kebersihan, memperhatikan adab, dan tidak melupakan kewajiban mandi sebelum salat.
Islam memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari.
Ada aturan yang wajib. Ada pula adab yang dianjurkan.
Memahami perbedaannya membuat kita bisa menjalankan ajaran Islam dengan lebih tenang dan tidak mudah terjebak pada anggapan yang sebenarnya tidak diwajibkan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

