RASULULLAH ﷺ pernah memberikan nasihat yang sangat dalam kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma. Nasihat ini mengajarkan kepada kita bahwa hubungan seorang hamba dengan Allah harus dijaga setiap saat.
Rasulullah ﷺ bersabda:
احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ
“Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau meminta, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi)
Lalu, apa maksud “menjaga Allah”?
Tentu bukan berarti kita menjaga Allah dari sesuatu. Allah Mahakaya dan sama sekali tidak membutuhkan makhluk-Nya. Maksudnya adalah menjaga batas-batas Allah, menjaga perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan terus menjaga hubungan kita dengan-Nya.
BACA JUGA: Cinta Kita Hanya kepada Allah
1. Menjaga Shalat
Hal pertama yang harus kita jaga adalah shalat.
Jangan sampai kesibukan, pekerjaan, bisnis, perjalanan, atau urusan dunia membuat kita meremehkan shalat.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa: 103)
Menjaga Allah berarti menjaga shalat lima waktu. Berusaha melaksanakannya tepat waktu, menyempurnakan wudhu, memperhatikan kekhusyukan, dan tidak menganggap shalat sebagai beban.
Sebab, ketika kita menjaga shalat, sebenarnya kita sedang menjaga hubungan kita dengan Allah.
2. Melaksanakan Ibadah-Ibadah Sunnah
Menjaga Allah juga dilakukan dengan memperbanyak ibadah sunnah.
Tahajud, dhuha, witir, rawatib, membaca Al-Qur’an, dzikir, puasa sunnah, dan berbagai amal kebaikan lainnya adalah jalan untuk semakin dekat kepada Allah.
Dalam hadis qudsi, Allah berfirman:
وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ
“Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hamba-Ku senantiasa mendekat kepada-Ku dengan amalan-amalan sunnah hingga Aku mencintainya.” (HR. Bukhari)
Maka jangan hanya sibuk mengejar dunia, tetapi lupa menambah bekal untuk akhirat.
3. Rajin Bersedekah dan Berinfak
Menjaga Allah juga berarti menjaga kepedulian kepada sesama.
Kita bersedekah bukan karena Allah membutuhkan harta kita. Justru kitalah yang membutuhkan pahala dari sedekah tersebut.
Allah berfirman:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dia adalah sebaik-baik pemberi rezeki.” (QS. Saba: 39)
Tidak harus menunggu kaya. Sedekah bisa dimulai dari sedikit, tetapi dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah.
Memberi makan orang lain, membantu fakir miskin, membantu dakwah, berinfak untuk masjid, atau menolong orang yang sedang kesulitan, semuanya bisa menjadi jalan kebaikan.
4. Menjaga Diri dari Maksiat
Menjaga Allah bukan hanya memperbanyak amal, tetapi juga menjaga diri dari dosa.
Menjaga mata dari yang haram.
Menjaga lisan dari dusta dan ghibah.
Menjaga tangan dari mengambil hak orang lain.
Menjaga hati dari kesombongan, iri, dan dengki.
Sebab tidak masuk akal seseorang mengatakan ingin dekat dengan Allah, tetapi pada saat yang sama ia terus-menerus menjaga kemaksiatan.
5. Mengenal Allah di Waktu Lapang
Inilah bagian yang sangat indah dari hadis tersebut.
Rasulullah ﷺ bersabda:
تَعَرَّفْ إِلَى اللَّهِ فِي الرَّخَاءِ يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ
“Kenalilah Allah di waktu lapang, niscaya Dia mengenalmu di waktu susah.” (HR. Tirmidzi)
Jangan baru mencari Allah ketika sedang sakit.
Jangan baru rajin berdoa ketika sedang kesulitan.
Jangan baru membuka Al-Qur’an ketika hati sedang hancur.

Kenalilah Allah ketika hidup sedang baik-baik saja.
Saat rezeki lapang, tetap bersyukur.
Saat badan sehat, tetap beribadah.
Saat pekerjaan lancar, tetap mengingat Allah.
Saat keluarga bahagia, tetap dekat dengan-Nya.
Karena orang yang menjaga hubungannya dengan Allah di waktu lapang akan memiliki bekal ketika ujian datang.
BACA JUGA: Apakah Setiap Doa Pasti Akan Dikabulkan oleh Allah?
Allah Akan Menjaga Orang yang Menjaga-Nya
Menjaga Allah bukan berarti hidup kita akan terbebas dari masalah.
Orang saleh pun tetap diuji. Nabi dan para sahabat pun mengalami kesedihan, kehilangan, sakit, dan kesulitan.
Namun Allah menjanjikan kehidupan yang baik bagi orang yang beriman dan beramal saleh:
“Siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
Maka “Jagalah Allah, Allah akan menjagamu” adalah ajakan untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah.
Jaga shalatmu.
Jaga ibadahmu.
Jaga sedekahmu.
Jaga dzikirmu.
Jaga dirimu dari maksiat[]
Jangan hanya meminta Allah menjaga hidup kita. Mulailah dengan menjaga hubungan kita dengan Allah. ]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

