Apa Penyebab Banyak Muslimah Pakai Kerudung Secuil, Tapi Pakaiannya Membentuk Lekuk Tubuh?

Yudi
By Yudi
10 Min Read
Foto: Freepik

PEMANDANGAN muslimah yang mengenakan kerudung sangat pendek, sementara pakaian yang dikenakan memperlihatkan lekukan tubuh, semakin sering menjadi bahan perbincangan di masyarakat. Ada yang memakai kerudung hanya menutupi bagian atas kepala dan leher, tetapi mengenakan baju ketat serta celana yang memperlihatkan bentuk pinggang, pinggul, dan kaki. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Islam, terutama mengenai pemahaman agama, perubahan tren berpakaian, dan makna menutup aurat yang sebenarnya.

Namun, penting untuk tidak langsung menghakimi setiap muslimah yang berpenampilan demikian. Kita tidak mengetahui tingkat pemahaman agama, keadaan pribadi, ataupun alasan seseorang memilih pakaiannya. Meski demikian, fenomena ini tetap layak dibahas agar umat Islam dapat memahami perbedaan antara sekadar mengenakan kerudung dan menjalankan ketentuan menutup aurat sebagaimana diajarkan dalam Islam.

BACA JUGA: Kenapa Banyak Muslimah Tak Malu Bicara Urusan Ranjang di Media Sosial?

1. Menganggap Kerudung Sudah Cukup untuk Menutup Aurat

Salah satu penyebabnya mungkin karena sebagian muslimah memahami kewajiban berhijab sebatas mengenakan penutup kepala. Akibatnya, mereka merasa sudah memenuhi tuntunan agama selama rambut telah tertutup, meskipun pakaian yang dikenakan masih ketat, tipis, atau memperlihatkan lekukan tubuh. Padahal, dalam ajaran Islam, menutup aurat tidak hanya berkaitan dengan rambut, tetapi juga mencakup bagian tubuh lain yang wajib ditutupi sesuai ketentuan syariat.

Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nur ayat 31, yang antara lain memerintahkan perempuan beriman untuk menjaga pandangan, memelihara kehormatan, dan mengulurkan kerudung ke bagian dada. Ayat ini menjadi salah satu landasan penting dalam pembahasan busana muslimah. Karena itu, memakai kerudung seharusnya menjadi bagian dari upaya menjalankan ajaran agama secara lebih menyeluruh, bukan sekadar pelengkap penampilan.

2. Mengikuti Tren Fashion yang Sedang Populer

Perkembangan dunia fashion turut memengaruhi cara sebagian muslimah berpakaian. Berbagai model busana yang populer di media sosial menggabungkan kerudung dengan baju ketat, atasan pendek, atau celana yang membentuk tubuh. Karena sering ditampilkan oleh selebritas, influencer, maupun orang-orang di lingkungan pergaulan, gaya tersebut dapat dianggap biasa dan menarik untuk ditiru.

Keinginan untuk tampil modis sebenarnya tidak bertentangan dengan Islam selama tetap memperhatikan ketentuan berpakaian. Muslimah dapat mengenakan pakaian dengan warna yang indah, model yang rapi, serta bahan yang nyaman tanpa harus memperlihatkan lekukan tubuh. Persoalannya bukan terletak pada keinginan untuk tampil cantik, melainkan pada apakah tren yang diikuti tetap sejalan dengan prinsip menutup aurat.

3. Tekanan Lingkungan dan Keinginan untuk Diterima

Pilihan berpakaian seseorang terkadang dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan, tempat kerja, kampus, atau komunitas tempat ia bergaul. Ketika sebagian besar orang di sekitarnya mengenakan pakaian ketat dengan kerudung pendek, seseorang mungkin merasa bahwa gaya tersebut merupakan standar penampilan yang wajar. Sebaliknya, pakaian longgar dan kerudung yang lebih menutupi tubuh bisa dianggap terlalu kuno atau kurang menarik oleh sebagian lingkungan sosial.

Keinginan untuk diterima oleh orang lain merupakan hal yang manusiawi, tetapi tidak semua standar sosial harus diikuti. Dalam kehidupan seorang Muslim, pertimbangan agama semestinya tetap menjadi pedoman ketika menentukan pilihan, termasuk dalam berpakaian. Muslimah yang ingin memperbaiki cara berhijab tidak seharusnya direndahkan, begitu pula orang yang mengingatkan tentang ketentuan menutup aurat hendaknya melakukannya dengan santun dan tidak mempermalukan orang lain.

4. Kurangnya Pemahaman tentang Kriteria Pakaian yang Sesuai Syariat

Sebagian orang mungkin sudah mengetahui bahwa perempuan Muslim wajib menutup aurat, tetapi belum memahami secara mendalam kriteria pakaian yang sesuai dengan tuntunan Islam. Ada yang mengira bahwa selama kulit tubuh tidak terlihat, pakaian tersebut sudah memenuhi seluruh persyaratan. Padahal, pakaian yang sangat ketat dapat memperlihatkan bentuk tubuh meskipun bahan yang digunakan tidak transparan.

Dalam hadis riwayat Sahih Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan adanya perempuan yang berpakaian tetapi seperti telanjang, yang mendapatkan peringatan keras. Para ulama menjelaskan bahwa gambaran tersebut dapat mencakup pakaian yang tidak menutupi tubuh sebagaimana mestinya, misalnya karena terlalu tipis atau menampakkan bentuk tubuh. Oleh sebab itu, belajar tentang hijab sebaiknya tidak berhenti pada kewajiban menutup rambut, tetapi juga mencakup pemilihan bahan, ukuran, dan model pakaian.

https://s.shopee.co.id/2g93NJRzUO

5. Mengutamakan Penampilan daripada Tujuan Berhijab

Tidak semua orang memulai perjalanan berhijab dengan pemahaman dan kesiapan yang sama. Ada muslimah yang mulai mengenakan kerudung karena kesadaran agama, ada yang terpengaruh keluarga, dan ada pula yang sedang belajar mendekatkan diri kepada Allah. Dalam proses tersebut, mungkin masih ada aspek berpakaian yang belum sesuai dengan pemahaman syariat yang lebih utuh.

Kerudung juga bisa menjadi bagian dari identitas sosial dan gaya berpakaian. Hal ini tidak otomatis berarti bahwa seseorang tidak tulus dalam beragama, sebab niat dan keadaan batin seseorang tidak dapat diketahui hanya dari penampilannya. Akan tetapi, setiap muslimah tetap perlu mengevaluasi apakah pakaian yang dikenakannya sudah sesuai dengan tujuan berhijab, yaitu menjalankan ketaatan kepada Allah sekaligus menjaga kehormatan diri.

6. Pengaruh Media Sosial terhadap Standar Kecantikan

Media sosial memiliki pengaruh besar dalam membentuk standar kecantikan masa kini. Konten yang menampilkan perpaduan kerudung pendek dengan pakaian ketat dapat memperoleh banyak perhatian, sehingga gaya tersebut semakin sering muncul di beranda pengguna. Ketika suatu penampilan terus-menerus terlihat, orang bisa terbiasa dengannya dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah.

Di sisi lain, media sosial juga dapat menjadi sarana untuk menyebarkan edukasi tentang busana muslimah yang sesuai syariat. Banyak konten kreator yang bisa memberikan inspirasi berpakaian sopan, modern, dan nyaman tanpa memperlihatkan lekukan tubuh. Karena itu, muslimah perlu lebih selektif dalam memilih panutan, sedangkan masyarakat sebaiknya tidak hanya menilai seseorang berdasarkan popularitas atau penampilannya di internet.

7. Ingin Berhijab, tetapi Masih Berproses Memperbaiki Diri

Ada pula kemungkinan bahwa seorang muslimah sebenarnya ingin menjalankan ajaran Islam, tetapi belum mampu menerapkannya secara menyeluruh. Ia mungkin sudah berusaha menutup rambut, tetapi masih kesulitan meninggalkan model pakaian yang biasa dipakainya. Dalam keadaan seperti ini, pendekatan yang penuh hikmah lebih bermanfaat daripada celaan yang membuatnya merasa tidak layak untuk memperbaiki diri.

Perbaikan dalam beragama memang membutuhkan ilmu, kesadaran, dan kemauan untuk berubah. Jika seseorang mulai mengenakan kerudung, hal itu dapat menjadi langkah awal yang baik, meskipun masih ada bagian lain yang perlu diperbaiki. Namun, proses tersebut tidak berarti bahwa ketentuan agama boleh diabaikan tanpa usaha; sebaliknya, setiap langkah awal sebaiknya diikuti dengan belajar dan memperbaiki cara berpakaian secara bertahap.

8. Bagaimana Seharusnya Menyikapi Fenomena Ini?

Menyikapi fenomena muslimah yang memakai kerudung sangat pendek dengan pakaian ketat membutuhkan keseimbangan antara ketegasan terhadap ajaran agama dan sikap bijaksana terhadap sesama. Islam mengajarkan kewajiban menutup aurat, tetapi juga melarang umatnya merendahkan orang lain, menyebarkan aib, atau merasa dirinya pasti lebih baik daripada orang yang sedang dinasihati. Karena itu, pembahasan tentang hijab sebaiknya diarahkan pada pemahaman ajaran Islam, bukan pada penghinaan terhadap individu atau kelompok tertentu.

Bagi muslimah, langkah yang dapat dilakukan adalah mempelajari ketentuan hijab dari sumber agama yang tepercaya, memilih pakaian yang tidak transparan dan tidak ketat, serta mempertimbangkan kenyamanan tanpa mengabaikan tuntunan syariat. Bagi keluarga dan masyarakat, berikan nasihat dengan bahasa yang baik, terutama apabila hubungan yang dekat memungkinkan percakapan dilakukan secara pribadi. Nasihat yang disampaikan dengan kasih sayang lebih berpeluang diterima daripada komentar yang mempermalukan seseorang di depan umum.

BACA JUGA: Bolehkah Muslimah Pakai Baju Ketat Saat Olahraga di Tempat Umum?

Banyaknya muslimah yang mengenakan kerudung pendek tetapi memakai pakaian yang membentuk lekukan tubuh dapat dipengaruhi oleh berbagai hal, mulai dari pemahaman agama yang belum utuh, tren fashion, tekanan lingkungan, hingga pengaruh media sosial. Namun, alasan setiap individu bisa berbeda sehingga kita tidak sepatutnya memastikan motif seseorang hanya berdasarkan penampilannya.

Dalam Islam, berhijab bukan sekadar mengenakan kerudung, melainkan bagian dari ketaatan dalam menjaga aurat dan kehormatan diri. Muslimah tetap dapat tampil cantik, bersih, rapi, dan mengikuti perkembangan zaman dengan memilih busana yang sesuai dengan tuntunan agama. Pada saat yang sama, masyarakat perlu mengingatkan dengan bijaksana, bukan mencela atau merasa paling suci.

Pada akhirnya, tujuan membahas persoalan ini bukan untuk mencari siapa yang paling buruk penampilannya, melainkan mengajak diri sendiri dan sesama Muslim untuk terus memperbaiki ketaatan kepada Allah SWT. Sebab, nasihat yang baik bukan hanya menunjukkan kesalahan, tetapi juga membantu seseorang menemukan jalan untuk memperbaikinya. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *