Menu

Boleh Nggak Sih Langsung Tidur Setelah Makan?

Makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur bukan berarti otomatis berbahaya bagi semua orang

Aang Supriatna · 2 menit baca
tidur lama, Tidur Ngiler, Tidur dalam Keadaan Berwudhu
Foto: Freepik
Daftar isi
  1. Gravitasi Membantu Menahan Asam Lambung
  2. Berapa Lama Sebaiknya Menunggu?
  3. Bagaimana dengan Makan Larut Malam?

RASA mengantuk setelah makan merupakan hal yang cukup umum. Setelah makan, tubuh menjalankan proses pencernaan dan terjadi perubahan hormon serta metabolisme. Namun, rasa mengantuk bukan berarti kita selalu aman untuk langsung berbaring dan tidur.

Masalah utamanya bukan sekadar tidur setelah makan, tetapi jarak antara makan dan berbaring. Pada sebagian orang, berbaring terlalu cepat setelah makan dapat memperburuk keluhan seperti refluks asam lambung atau rasa panas di dada.

Gravitasi Membantu Menahan Asam Lambung

Ketika kita berdiri atau duduk, gravitasi membantu menjaga isi lambung tetap berada di tempatnya. Ketika langsung berbaring setelah makan, mekanisme tersebut berkurang. Jika seseorang memiliki kecenderungan mengalami gastroesophageal reflux disease (GERD), makanan dan asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.

BACA JUGA: Mengapa Perempuan Lebih Banyak Terkena Penyakit GERD?

Akibatnya dapat muncul rasa panas di dada, sensasi asam atau pahit di mulut, sendawa, atau rasa tidak nyaman ketika tidur.

Berapa Lama Sebaiknya Menunggu?

Untuk orang yang mudah mengalami refluks, banyak panduan medis menyarankan memberi jarak sekitar 2–3 jam antara makan dan berbaring atau tidur. Waktu tersebut bukan angka mutlak untuk semua orang, tetapi menjadi prinsip praktis yang cukup membantu.

Banner Kaos Polos

Jika sangat mengantuk setelah makan, cobalah tetap duduk atau melakukan aktivitas ringan. Berjalan santai setelah makan juga dapat menjadi pilihan selama kondisi tubuh memungkinkan.

Bagaimana dengan Makan Larut Malam?

Makan malam terlalu dekat dengan waktu tidur bukan berarti otomatis berbahaya bagi semua orang. Namun, bagi orang yang mengalami refluks atau gangguan pencernaan tertentu, kebiasaan tersebut dapat memperburuk gejala.

BACA JUGA: Apa Saja Jenis Makanan yang Dapat Meningkatkan Risiko Kanker Usus?

Selain waktu makan, jenis dan jumlah makanan juga berpengaruh. Makanan dalam porsi sangat besar, tinggi lemak, pedas, atau makanan tertentu yang menjadi pemicu pribadi dapat memperbesar kemungkinan munculnya keluhan.

Jadi, boleh tidur setelah makan? Sebaiknya jangan langsung. Berikan tubuh waktu untuk mencerna dan, terutama jika Anda mudah mengalami refluks, beri jarak beberapa jam sebelum berbaring. Kalau sesekali tertidur setelah makan, tidak perlu panik. Yang lebih penting adalah melihat apakah kebiasaan tersebut menimbulkan keluhan berulang. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Aang Supriatna

Penulis di Islampos Media. Artikel lainnya

Ayo donasi untuk Islampos Media
Tulis komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait