PERNAHKAH seseorang berbicara sendiri saat tidur, bahkan mengucapkan kalimat yang terdengar jelas? Ada yang hanya bergumam, tertawa, memanggil nama seseorang, hingga berbicara panjang seolah sedang bercakap-cakap. Fenomena ini dikenal sebagai mengigau atau sleep talking.
Mengigau sering kali membuat orang di sekitarnya penasaran. Tidak jarang, perkataan orang yang sedang tidur dianggap sebagai rahasia yang tidak sengaja terungkap. Padahal, secara medis, mengigau merupakan salah satu bentuk perilaku yang dapat terjadi selama tidur dan umumnya tidak berbahaya.
Lantas, apa sebenarnya penyebab seseorang mengigau saat tidur? Apakah kebiasaan ini menandakan adanya gangguan kesehatan?
BACA JUGA: Amalan Sunnah Apa yang Sebaiknya Dilakukan Sebelum Tidur?
Apa Itu Mengigau Saat Tidur?
Mengigau adalah kondisi ketika seseorang mengeluarkan suara atau berbicara saat sedang tidur tanpa menyadarinya. Ucapannya bisa berupa kata-kata yang tidak jelas, percakapan singkat, atau kalimat yang terdengar masuk akal.
Kondisi ini termasuk parasomnia, yaitu kelompok perilaku atau pengalaman yang terjadi ketika seseorang sedang tidur, dalam masa peralihan antara tidur dan bangun, atau saat terbangun sebagian.
Mengigau dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Pada anak-anak, kondisi ini relatif umum dan sering berkurang seiring bertambahnya usia. Sementara itu, orang dewasa juga dapat mengalaminya, terutama ketika kualitas tidurnya terganggu.
Orang yang mengigau biasanya tidak menyadari apa yang telah diucapkannya. Karena itu, perkataan saat mengigau tidak bisa dianggap sebagai pengakuan yang disengaja atau cerminan pasti dari pikiran terdalam seseorang.
Apa Penyebab Seseorang Mengigau?
Ada beberapa faktor yang dapat memicu seseorang mengigau ketika tidur. Salah satunya adalah kurang tidur. Ketika tubuh tidak memperoleh waktu istirahat yang cukup, pola tidur dapat terganggu dan memengaruhi perilaku selama tidur.
Stres dan kecemasan juga dapat berperan. Seseorang yang sedang menghadapi tekanan pekerjaan, masalah keluarga, atau beban pikiran terkadang mengalami tidur yang kurang berkualitas. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan munculnya perilaku seperti mengigau.
Selain itu, demam, jadwal tidur yang tidak teratur, serta konsumsi alkohol dapat memengaruhi kualitas tidur dan meningkatkan kemungkinan terjadinya gangguan perilaku saat tidur. Beberapa obat juga dapat memengaruhi pola tidur, sehingga perubahan kebiasaan mengigau setelah mengonsumsi obat tertentu sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.
Meski demikian, tidak semua orang yang mengalami stres atau kurang tidur akan mengigau. Penyebabnya bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Apakah Mengigau Berkaitan dengan Mimpi?
Mengigau terkadang terjadi bersamaan dengan pengalaman mimpi, tetapi keduanya tidak selalu berhubungan secara langsung. Seseorang bisa berbicara saat tidur tanpa mengingat mimpi apa pun ketika terbangun.
Tidur terdiri atas beberapa tahapan, termasuk tidur non-REM dan REM. Mengigau dapat terjadi pada berbagai tahap tidur, sehingga bentuk ucapannya pun beragam.
Pada sebagian orang, suara yang keluar hanya berupa gumaman singkat. Pada orang lain, perkataannya bisa terdengar seperti percakapan yang utuh. Namun, ucapan tersebut tidak selalu menggambarkan isi mimpi yang sedang dialaminya.
Oleh karena itu, tidak tepat jika setiap perkataan saat mengigau ditafsirkan sebagai pertanda tertentu atau dianggap pasti berkaitan dengan kejadian yang sedang dipikirkan seseorang.
Bagaimana Cara Mengurangi Kebiasaan Mengigau?
Jika mengigau hanya terjadi sesekali dan tidak disertai keluhan lain, biasanya tidak diperlukan pengobatan khusus. Meski begitu, menjaga kualitas tidur dapat membantu mengurangi faktor pemicunya.
Biasakan tidur dan bangun pada jam yang relatif sama setiap hari. Orang dewasa umumnya membutuhkan tidur sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Hindari pula kebiasaan begadang, batasi konsumsi kafein menjelang waktu tidur, dan ciptakan suasana kamar yang nyaman.
Mengelola stres melalui aktivitas yang menenangkan juga dapat membantu memperbaiki kualitas istirahat. Jika kebiasaan mengigau muncul setelah penggunaan obat tertentu, jangan menghentikan obat sendiri. Diskusikan terlebih dahulu dengan dokter.
BACA JUGA: Tidur dengan Obat Nyamuk yang Menyala, Bahaya atau Tidak?
Kapan Mengigau Perlu Diperiksakan?
Mengigau umumnya bukan masalah serius. Namun, pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan apabila kebiasaan tersebut baru muncul saat dewasa, terjadi sangat sering, mengganggu tidur, atau disertai teriakan, gerakan tubuh yang keras, maupun perilaku yang berisiko menyebabkan cedera.
Pemeriksaan juga diperlukan jika mengigau disertai dengkuran keras, henti napas yang disaksikan orang lain, atau rasa kantuk berlebihan pada siang hari. Gejala tersebut dapat mengindikasikan gangguan tidur lain yang membutuhkan penanganan.
Pada akhirnya, mengigau saat tidur merupakan fenomena yang cukup umum dan tidak selalu menandakan penyakit. Menjaga pola tidur, mengelola stres, serta memperhatikan gejala yang menyertainya merupakan langkah bijak untuk menjaga kualitas istirahat.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE






Tulis komentar