SEORANG ibu bergegas menuju rumah Sari As-Saqthi untuk memohon pertolongan. Putranya baru saja ditangkap oleh prajurit kerajaan, dan ia tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa. Dengan wajah cemas, ia berkata, “Wahai Sari As-Saqthi, selamatkanlah putraku.”
Sari As-Saqthi mendengarkan keluhan itu dengan penuh iba. Beliau pun menenangkan sang ibu dan berkata bahwa ia akan membantu mengusahakan pembebasan putranya.
Namun, alih-alih mengutus seseorang ke istana atau menemui pejabat kerajaan, Sari As-Saqthi justru berdiri untuk melaksanakan shalat. Sang ibu yang gelisah tidak mengerti. Ia menunggu dengan hati berdebar, namun rasa cemasnya membuatnya tak sabar.
Dengan suara penuh kekhawatiran ia berkata, “Wahai Sari As-Saqthi, aku takut terjadi sesuatu pada putraku. Aku tidak bisa tenang hanya menunggu.”
Sari As-Saqthi tidak menjawab panjang. Ia menyelesaikan shalatnya dengan khusyu’, dan setelah salam, ia berdoa memohon pertolongan Allah.
Tidak lama kemudian, sebelum sang ibu selesai mengungkapkan kegelisahannya, datang kabar mengejutkan: putranya telah dibebaskan dari penjara. Tanpa negosiasi, tanpa utusan, tanpa kekuatan dunia—melainkan dengan pertolongan Allah yang datang melalui doa seorang hamba yang ikhlas. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE



