DI sebuah perkampungan Badui, hiduplah seorang laki-laki saleh yang memelihara seekor keledai, seekor kambing, dan seekor ayam jantan. Masing-masing hewan itu memiliki perannya sendiri: ayam jantan membangunkan mereka untuk shalat malam, anjing menjaga keamanan, dan keledai membantu membawa air serta perlengkapan kemah.
Suatu hari, seekor serigala datang dan menerkam ayam jantan hingga mati. Keluarganya bersedih, namun lelaki saleh itu berkata tenang, “Semoga ada kebaikannya.”
Tidak lama setelah itu, serigala tersebut kembali dan merobek perut keledainya hingga mati. Lagi-lagi, sang pemilik berkata, “Semoga ada kebaikannya.”
Tak berhenti di situ, beberapa waktu kemudian anjing penjaga mereka pun mati. Sekali lagi ia berkata, “Semoga ada kebaikannya.”
Ucapan itu membuat sebagian orang heran, namun ia tetap tenang menerima ketentuan Allah.
Beberapa hari setelah kematian ketiga hewan itu, terjadi sebuah peristiwa besar: orang-orang di perkampungan tersebut ditawan oleh sekelompok musuh pada malam hari. Anehnya, hanya lelaki saleh itu yang selamat.
Mengapa?
Karena para penawan mengikuti suara-suara hewan untuk menemukan lokasi penduduk. Mereka dapat menangkap semua orang karena mendengar suara ayam, keledai, dan anjing milik mereka. Sementara rumah lelaki saleh itu sunyi; hewan-hewan yang biasanya bersuara telah tiada.
Di saat itu, semua orang menyadari bahwa kematian hewan-hewan itu adalah bagian dari perlindungan Allah. Apa yang tampak sebagai musibah ternyata merupakan bentuk kasih sayang dan ketetapan-Nya yang halus.
Maka benarlah ungkapan para arif:
Barangsiapa memahami hikmah di balik kelembutan takdir Allah, ia akan ridha menerima setiap keputusan-Nya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE




