Menu

Sedang Tidur Lalu Tiba-Tiba Kram, Apa Penyebabnya?

Kaki yang semula rileks mendadak menegang, bahkan sulit digerakkan selama beberapa detik hingga beberapa menit.

Umar Faqih · 3 menit baca
kram kaki saat tidur
Foto: Freepik
Daftar isi
  1. Otot Berkontraksi Secara Tiba-Tiba
  2. Kekurangan Cairan Bisa Menjadi Salah Satu Pemicu
  3. Aktivitas Berlebihan Sebelum Tidur
  4. Posisi Kaki Saat Tidur
  5. Bagaimana Cara Mengatasi Kram Saat Tidur?
  6. Kapan Kram Perlu Diwaspadai?

PERNAH sedang tidur nyenyak, lalu tiba-tiba terbangun karena betis terasa kencang dan sakit seperti ditarik? Rasanya tentu tidak nyaman. Kaki yang semula rileks mendadak menegang, bahkan sulit digerakkan selama beberapa detik hingga beberapa menit.

Kondisi ini dikenal sebagai kram otot, yaitu kontraksi otot yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat dikendalikan. Kram saat tidur paling sering menyerang otot betis, tetapi bisa juga terjadi pada telapak kaki atau paha.

Meski umumnya tidak berbahaya, kram yang sering berulang tentu dapat mengganggu kualitas istirahat. Lantas, apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

BACA JUGA: Tidur dengan Obat Nyamuk yang Menyala, Bahaya atau Tidak?

Otot Berkontraksi Secara Tiba-Tiba

Kram saat tidur atau nocturnal leg cramps merupakan kondisi ketika otot mengalami kontraksi mendadak tanpa disengaja. Otot terasa keras, menegang, dan menimbulkan nyeri yang terkadang cukup kuat.

Penyebab pastinya tidak selalu diketahui. Namun, kondisi ini dapat berkaitan dengan kelelahan otot, aktivitas fisik yang berlebihan, posisi tubuh tertentu, serta perubahan fungsi saraf dan otot.

Kram juga lebih sering dialami oleh orang dewasa yang lebih tua. Pada sebagian orang, rasa nyeri bahkan masih terasa setelah otot kembali rileks.

banner heura parfum

Kekurangan Cairan Bisa Menjadi Salah Satu Pemicu

Kurang minum dapat menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi, terutama ketika seseorang kehilangan banyak cairan akibat berkeringat, diare, atau muntah.

Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit dapat memengaruhi fungsi otot. Elektrolit seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium berperan dalam proses kontraksi serta relaksasi otot.

Namun, bukan berarti setiap kram saat tidur pasti disebabkan oleh kekurangan mineral. Pada banyak kasus, penyebabnya tidak dapat dipastikan secara spesifik.

Karena itu, menjaga kecukupan cairan sepanjang hari tetap penting, terutama setelah beraktivitas berat atau berada di lingkungan yang panas.

Aktivitas Berlebihan Sebelum Tidur

Olahraga atau pekerjaan fisik yang berat juga dapat memicu kram pada malam hari. Ketika otot digunakan secara intensif, kelelahan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kontraksi yang tidak terkendali pada sebagian orang.

Misalnya, seseorang berlari cukup jauh, berdiri berjam-jam, atau melakukan latihan kaki dengan intensitas tinggi tanpa pemulihan yang memadai.

Untuk mengurangi risiko, lakukan pemanasan sebelum berolahraga dan tingkatkan intensitas latihan secara bertahap. Peregangan ringan pada otot betis sebelum tidur juga dapat membantu sebagian orang yang sering mengalami kram berulang.

Posisi Kaki Saat Tidur

Posisi kaki tertentu bisa ikut memengaruhi munculnya kram. Ketika ujung kaki mengarah ke bawah dalam waktu lama, otot betis berada dalam posisi yang lebih pendek.

Pada orang yang rentan mengalami kram, posisi tersebut diduga dapat mempermudah terjadinya kontraksi mendadak.

Cobalah menjaga posisi kaki tetap nyaman dan tidak menekuk ujung kaki terlalu lama ke arah bawah. Jika kram sering muncul, peregangan betis sebelum tidur bisa menjadi salah satu langkah sederhana yang patut dicoba.

Bagaimana Cara Mengatasi Kram Saat Tidur?

Ketika kram menyerang, jangan langsung panik. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu merilekskan otot.

Jika kram terjadi pada betis, luruskan kaki secara perlahan, kemudian tarik ujung kaki ke arah tulang kering. Tahan beberapa saat tanpa memaksakan gerakan.

Pijat lembut bagian otot yang menegang. Berdiri dan menumpukan berat badan pada kaki yang mengalami kram juga dapat membantu jika aman dilakukan.

Setelah nyeri mereda, berjalan perlahan atau menggunakan kompres hangat dapat membantu membuat otot terasa lebih nyaman.

Hindari menarik kaki secara kasar karena gerakan mendadak dapat menambah rasa sakit.

Kapan Kram Perlu Diwaspadai?

Kram yang muncul sesekali umumnya tidak perlu dikhawatirkan. Namun, jika terjadi terlalu sering, mengganggu istirahat, berlangsung lama, atau disertai kelemahan dan mati rasa, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

Segera cari pertolongan medis jika nyeri kaki disertai pembengkakan, kemerahan, atau rasa hangat pada satu kaki. Gejala tersebut perlu diperiksa karena bisa menandakan masalah lain, termasuk bekuan darah.

Kram juga dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu atau penggunaan obat-obatan tertentu. Karena itu, jangan sembarangan mengonsumsi suplemen mineral tanpa mengetahui apakah tubuh memang membutuhkannya.

BACA JUGA: Mengigau Saat Tidur, Apa Penyebabnya?

Kram ketika tidur dapat dipicu oleh kelelahan otot, posisi kaki, kurangnya cairan dalam kondisi tertentu, atau faktor lain yang tidak selalu diketahui. Menjaga hidrasi, mengatur aktivitas fisik, dan melakukan peregangan ringan dapat membantu mengurangi risikonya.

Jika kram terus berulang atau disertai gejala yang tidak biasa, pemeriksaan medis diperlukan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Umar Faqih

Penulis di Islampos Media. Artikel lainnya

Ayo donasi untuk Islampos Media
Tulis komentar

Tulis komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel terkait