KA’BAH merupakan bangunan suci yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Bangunan yang berada di Masjidil Haram, Makkah, ini menjadi kiblat umat Islam ketika melaksanakan salat dan menjadi tujuan utama ibadah haji dan umrah. Ka’bah juga menjadi simbol persatuan kaum Muslimin di seluruh dunia.
Namun, tahukah Anda bahwa menjelang hari kiamat, Ka’bah akan mengalami kehancuran? Peristiwa besar ini telah dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ dalam sejumlah hadis. Sosok yang kelak menghancurkan Ka’bah dikenal dengan nama Dzussuwaiqatain dari Habasyah.
Kabar tersebut tentu mengundang pertanyaan. Siapakah Dzussuwaiqatain? Bagaimana peristiwa penghancuran Ka’bah akan terjadi? Dan mengapa bangunan yang begitu dimuliakan oleh Allah ini dapat dihancurkan menjelang berakhirnya kehidupan dunia?
Hadis-hadis Rasulullah ﷺ memberikan gambaran tentang peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia dan segala sesuatu di dalamnya memiliki batas akhir.
BACA JUGA: Bagaimana Nabi Isa Turun di Akhir Zaman Nanti?
Kabar tentang Penghancuran Ka’bah
Dalam sejumlah hadis, Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa Ka’bah akan dihancurkan oleh seorang laki-laki dari Habasyah. Peristiwa ini termasuk kabar tentang keadaan dunia menjelang hari kiamat.
Dalam Musnad Ahmad, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Dzussuwaiqatain dari Habasyah akan menghancurkan Ka’bah, pengikutnya akan merampasnya, dan menanggalkan kain kiswahnya. Seakan-akan saya melihatnya botak dan ditinggalkan.”
Hadis ini menggambarkan kehancuran Ka’bah secara mengerikan. Bangunan yang selama berabad-abad dimuliakan oleh umat Islam itu kelak akan dirusak, sementara kain kiswah yang menyelimutinya akan ditanggalkan.
Dalam Shahih al-Bukhari dan Musnad Ahmad, diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Seakan-akan saya melihat Ka’bah sedang diruntuhkan batu demi batu.”
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa kehancuran Ka’bah bukan sekadar kerusakan kecil, melainkan peristiwa yang menyebabkan bangunannya dibongkar hingga batu demi batu.
Sementara itu, dalam Shahih Muslim, diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Dzussuwaiqatain dari Habasyah akan menghancurkan Ka’bah.”
Hadis-hadis tersebut menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan bagian dari perkara gaib yang diberitakan oleh Rasulullah ﷺ. Umat Islam mengimaninya berdasarkan dalil yang sahih, tanpa perlu mengarang rincian yang tidak diterangkan dalam wahyu.
Siapakah Dzussuwaiqatain?
Dzussuwaiqatain merupakan sebutan bagi sosok yang akan menghancurkan Ka’bah pada akhir zaman. Nama ini berasal dari bahasa Arab yang berkaitan dengan dua betis yang kecil.
Dalam penjelasan yang dikutip oleh Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar, ia disebut Dzussuwaiqatain karena kedua betisnya kecil. Sosok ini juga dikaitkan dengan Habasyah, wilayah yang secara historis berhubungan dengan kawasan Ethiopia dan sekitarnya.
Berdasarkan hadis-hadis tersebut, Dzussuwaiqatain bukanlah sosok yang menghancurkan Ka’bah pada masa lalu, melainkan seseorang yang kemunculannya dikabarkan akan terjadi menjelang berakhirnya kehidupan dunia.
Adapun gambaran mengenai rupa, keadaan, dan tindakan sosok tersebut hendaknya dibatasi pada keterangan yang memiliki landasan riwayat. Tidak semua detail yang beredar mengenai akhir zaman dapat dipastikan kebenarannya.
Mengapa Ka’bah Bisa Dihancurkan?
Mungkin timbul pertanyaan, bagaimana mungkin Ka’bah dihancurkan, padahal bangunan ini memiliki kedudukan yang sangat mulia dan menjadi tempat suci bagi umat Islam?
Penjelasannya, kemuliaan Ka’bah tidak berarti bangunan tersebut akan tetap berdiri selamanya di dunia. Allah memuliakan Ka’bah dan memerintahkan manusia untuk menghormatinya, tetapi kehidupan dunia beserta segala isinya tetap berada dalam ketetapan-Nya.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa Ka’bah akan tetap terjaga hingga mendekati berakhirnya kehidupan dunia, ketika kehancurannya terjadi sesuai dengan ketetapan Allah.
BACA JUGA: Tanda-Tanda Akhir Zaman Menurut Rasulullah ﷺ
Dalam sejarah, terdapat pula peristiwa ketika orang-orang melakukan penyerangan terhadap Ka’bah. Salah satunya adalah serangan pasukan Abrahah yang hendak menghancurkan Baitullah, tetapi Allah menggagalkan rencana mereka. Pada masa lain, kelompok Qaramithah juga pernah menyerang Makkah dan melakukan penjarahan di sekitar Ka’bah.
Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan bahwa manusia dapat berusaha merusak tempat suci, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam kekuasaan Allah. Adapun kehancuran Ka’bah oleh Dzussuwaiqatain merupakan peristiwa tersendiri yang dikabarkan dalam hadis.
Kabar tentang kehancuran Ka’bah hendaknya tidak membuat kaum Muslimin mengabaikan kemuliaannya. Sebaliknya, umat Islam tetap berkewajiban menghormati Baitullah, menjaga kesuciannya, dan melaksanakan ibadah sesuai tuntunan syariat.
Pada akhirnya, kabar tentang Dzussuwaiqatain mengingatkan kita bahwa kemuliaan suatu tempat di dunia tidak berarti keberadaannya akan berlangsung selamanya. Ketika waktu yang telah ditetapkan Allah tiba, berbagai peristiwa besar menjelang kiamat akan terjadi sesuai dengan kehendak-Nya.
Karena itu, hal terpenting bukanlah sibuk menebak kapan Ka’bah akan dihancurkan, melainkan mempersiapkan diri menghadapi hari akhir dengan memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan menjaga ketaatan kepada Allah. []
SUMBER: HUMARYO
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE






Tulis komentar